Bedah Buku Penanggulangan Stunting Dorong Peningkatan Literasi Kesehatan Masyarakat Sleman
Dr. Siti Nur Azizah, S.E.I., M.E.I. selaku akademi atau Dosen Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kal
Sleman, 14 Juli 2026 – Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Bedah Buku “Penanggulangan Stunting” pada Selasa, 14 Juli 2026, di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk edukasi dan pengabdian kepada masyarakat dalam meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan dan penanggulangan stunting.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga pembicara, yaitu Anton Prabu Semendawai, S.H., M.Kn., Anggota DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta, Arif Priyosusanto selaku praktisi, serta Dr. Siti Nur Azizah, S.E.I., M.E.I. selaku akademi atau Dosen Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Para pembicara menyampaikan materi dari perspektif kebijakan, praktik di masyarakat, serta pentingnya literasi sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Dalam pemaparannya, Dr. Siti Nur Azizah menjelaskan bahwa stunting tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan kognitif, kesehatan, produktivitas, dan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang. Oleh karena itu, pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini melalui pemenuhan gizi yang seimbang, penerapan pola hidup bersih dan sehat, pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta peningkatan pengetahuan keluarga mengenai tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Anton Prabu Semendawai menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, serta keluarga dalam mempercepat penurunan angka stunting. Dukungan kebijakan dan program yang tepat sasaran diperlukan agar masyarakat memperoleh akses terhadap informasi, pelayanan kesehatan, dan pemenuhan gizi yang memadai.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat. Selain pemaparan materi, peserta juga memperoleh kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pertanyaan kepada para narasumber mengenai faktor penyebab, dampak, serta langkah-langkah pencegahan stunting yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan bedah buku ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa penanggulangan stunting membutuhkan keterlibatan bersama dan tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan. Literasi keluarga, kepedulian lingkungan, serta kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat melalui penyebarluasan pengetahuan yang mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan semangat “Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas”, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat Sleman untuk semakin aktif menerapkan pola hidup sehat dan memperhatikan pemenuhan gizi keluarga.