Pengalaman Student Exchange di IIUM

Foto Bersama di IIUM
Alhamdulillah... pada tanggal 3 Oktober, saya dan 8 teman saya berangkat dari Yogyakarta menuju Malaysia untuk mengikuti kegiatan student exchange di International Islamic University Malaysia (IIUM) selama 1 semester. Kegiatan student exchange ini juga diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara lainnya seperti Australia, Jepang, Morocco, Brunei, dll. Sebagai kampus yang bertaraf Internasional, kami memiliki banyak sekali teman dari berbagai negara, sehingga dibutuhkan satu bahasa universal yaitu bahasa Inggris untuk menyatukan perbedaan tersebut.
Ketika pertama kali sampai di kampus ini, saya merasa takjub akan luas wilayah kampus ini. Jika dibandingkan dengan kampus di UIN, maka kampus ini hampir 10 kali lipatnya. Untungnya Kuliyyah Economics and Management Sciences (KENMS) yang merupakan fakultas kami tidak terlalu jauh dari mahallah kami. Berhubung jurusan perbankan syariah atau islamic banking tidak tersedia di kampus ini, saya mengambil jurusan Business Administration yang mata kuliahnya paling mendekati dengan KRS yang tersedia di kampus saya.
Proses belajar mengajar di kampus ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan UIN. Faktor yang menjadi pembeda utamanya menurut saya hanya terletak pada bahasa yang digunakan, mahasiswa internasional lainnya yang berasal dari negara yang berbeda-beda, dan kultur budaya dari malaysia itu sendiri.
Untungnya orang-orang disini cukup ramah dan terbuka kepada kami, hal ini cukup membuat kami merasa tenang dan aman. Makanan disini juga sangat lengkap, mulai dari makanan western, arab, bangladesh, china, masakan lokal, hingga masakan dari Indonesia juga tersedia. Kantin disini tidak hanya untuk makan dan minum saja, namun terkadang menjadi tempat berkumpul para pecinta bola. Setiap ada bigmatch untuk pertandingan bola, pihak kantin akan menyediakan proyektor untuk menonton bersama.
Tidak hanya di kampus Gombak, kami juga berkunjung di kampus lainnya yang lokasinya tidak terlalu jauh dari kampus utama. International Institute of Islamic Thought and Civilisation (ISTAC) merupakan kampus khusus untuk magister dan doktor. Di tempat ini, kami juga berkunjung ke Syed Muhammad Naquib al-Attas Library yang terkenal dengan barang-barang kuno dan manuskripnya. Kami memperoleh banyak wawasan baru mengenai cara merawat dan melestarikan manuskrip-manuskrip kuno, serta mendapatkan pengalaman untuk mengamati cara kerja mesin canggih yang digunakan untuk mencetak manuskrip secara langsung. Selain itu, kami juga berkesempatan untuk mengikuti kelas yang dibimbing langsung oleh professor dan diikuti oleh mahasiswa ISTAC.
Menuntut ilmu diluar negeri merupakan salah satu momen yang sangat berharga dalam hidup saya. Ada banyak hal baru yang saya peroleh dalam bidang akademik, keberagaman budaya dan interaksi sehari-hari dengan sesama pelajar dari latar yang berbeda- beda. Selain itu, saya juga memperoleh kesempatan untuk memperluas relasi dan membangun hubungan yang positif dengan orang-orang lokal dan mahasiswa internasional lainnya. Saya merasa sangat bersyukur bisa menjadi salah satu mahasiswa yang terpilih mewakili kampus saya dalam program student exchange ini. Semoga kedepannya program ini bisa terus berlanjut dan bisa berjalan dengan lebih baik lagi.