Review Kurikulum Prodi Perbankan Syariah: Menyelaraskan Kurikulum dengan Kebutuhan Pasar dan Profil Lulusan

Yogyakarta – Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Kalijaga mengadakan kegiatan Review Kurikulum Prodi Perbankan Syariah pada 21-22 Mei 2024. Kegiatan Review Kurikulum Prodi Perbankan Syariah yang bertujuan untuk memastikan kurikulum yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan pasar praktisi perbankan dan mendukung pembentukan lulusan dengan profil enterpreneur dan akademisi yang unggul. Kegiatan ini berfokus pada penyesuaian kurikulum agar relevan dengan dunia industri, mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi wirausahawan yang siap bersaing, serta mencetak akademisi yang berkontribusi dalam riset di bidang perbankan syariah.

Workshop ini dilaksanakan dalam tiga sesi berbeda yang masing-masing diisi oleh narasumber berkompeten. Sesi pertama, pada 21 Mei 2024, menghadirkan Bapak Taufik Mahrus dari Bank Syariah Indonesia (BSI) yang membahas bagaimana kurikulum harus disesuaikan dengan kebutuhan praktisi di industri perbankan syariah. Selanjutnya, sesi kedua pada 22 Mei 2024, diisi oleh Bapak Muhammad Dede Sulaiman, S.E., founder Speaking Indo dan alumni Perbankan Syariah FEBI UIN Sunan Kalijaga, yang memberikan wawasan mengenai kurikulum yang mendukung lulusan dengan profil entrepreneur. Dalam sesi ini, beliau menekankan pentingnya kesiapan lulusan untuk menciptakan peluang usaha baru di sektor ekonomi syariah. Sesi ketiga, yang juga dilaksanakan pada hari yang sama, menghadirkan Ibu Nisa Fitria, SE, seorang praktisi BSI dan alumni Prodi Perbankan Syariah FEBI UIN Sunan Kalijaga, yang berbagi pandangan tentang bagaimana kurikulum dapat lebih relevan dengan tuntutan dunia kerja.

Keberhasilan kegiatan ini dipengaruhi oleh kualitas narasumber yang memiliki pengalaman dan keahlian di bidangnya, baik sebagai praktisi perbankan, wirausahawan, maupun akademisi. Selain itu, antusiasme dosen Prodi Perbankan Syariah yang aktif menyimak masukan dari para narasumber dan berkomitmen untuk mengimplementasikan rekomendasi dalam pengembangan kurikulum juga turut memperkuat keberhasilan kegiatan ini. Beberapa masukan yang diperoleh, seperti penambahan mata kuliah soft skills, kewirausahaan, dan pengembangan kemampuan praktis, akan memperkaya kurikulum yang ada.

Sebagai hasil dari pelaksanaan kegiatan ini, kurikulum yang telah disusun menjadi lebih relevan dengan kebutuhan industri perbankan syariah, mempersiapkan mahasiswa untuk berwirausaha, dan membekali mereka dengan kemampuan riset untuk berkontribusi di dunia akademik. Kegiatan ini juga berhasil memperkaya kurikulum dengan perspektif dari berbagai sektor, baik industri perbankan, kewirausahaan, maupun akademik, menjadikannya lebih terarah dan siap untuk mencetak lulusan yang kompeten dan siap berinovasi di bidang perbankan syariah.